Lompat ke isi utama
… …
Planet and Society

Perkembangan teknologi yang sangat cepat dalam bidang telekomunikasi memberi berbagai keuntungan, secara khusus untuk lingkungan. XL Axiata menyadari perannya untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui bisnis telekomunikasi. XL Axiata mengambil tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan bangsa melalui dunia digital, selain melalui pemberian bantuan langsung. Strategi dan program kami berupaya untuk memberikan solusi praktis bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Untuk itu, kami senantiasa melakukan penelitian/assessment awal, mengenai kebutuhan dan keadaan masyarakat, sebelum merancang program yang tepat guna.

Proses Bisnis Ramah Lingkungan
XL Axiata secara proaktif terlibat dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan melalui pengelolaan energi, emisi, dan limbah. Kami mengatur dan mengelola energi dan emisi, memilah sampah domestik, dan mengurangi penggunaan barang-barang plastik, seperti gelas plastik, botol plastik, dan peralatan makan plastik di kantor, kantin, pantry, dan ruang pertemuan. XL Axiata juga mengurangi penggunaan kertas dengan menerapkan sistem digitalisasi di berbagai proses operasional, seperti pengadaan dan persetujuan. Dalam operasional jaringan, XL Axiata selalu mempertimbangkan kepentingan lingkungan dengan memperluas layanan 4G menggunakan komponen ramah lingkungan dan menerapkan mekanisme hemat energi di BTS-nya. Semua produk aman dan sesuai dengan standar regulasi, termasuk aturan ICNIRP (International Commission on Non-Ionizing Radio Protection).
Penghematan Energi
XL Axiata terus berupaya untuk melakukan penghematan energi di seluruh kantor kami. Penghematan energi listrik merupakan program yang telah kami integrasikan dengan pengelolaan fasilitas kantor, contohnya melalui system video conferencing dan pengaturan penggunaan listrik di ruang rapat secara otomatis. Selain itu, kami mengatur penggunaan AC dan listrik di kantor dari jam 06:30 hingga 18:30. Di luar jam tersebut, pihak yang berkepentingan perlu mengajukan ijin khusus. Di 20 BTS yang dioperasikan oleh XL Axiata, kami menggunakan sel surya untuk energi surya terbarukan sebagai cadangan pasokan saatterjadi pemadaman listrik. Pada tahun 2020, XL Axiata berhasil menurunkan intensitas energi sebesar 28,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, untuk menghasilkan petabyte yang sama, kami menggunakan lebih sedikit energi.
Solusi Digital untuk Smart Busniess
XL Axiata terus memperkuat ekosistem dan memanfaatkan potensi pengembangan solusi bisnis Internet of Things (IoT) untuk menyongsong era Industri 4.0. XL Axiata mengembangkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) di bidang pertanian untuk meningkatkan kualitas biji kopi pasca panen. Solusi pertanian presisi yang disebut “Smart Coffee Monitoring” memulai pengukuran dan praktik yang lebih andal dalam proses pascapanen dengan mengumpulkan data variabel yang dapat memengaruhi proses. Selain itu, XL Axiata juga terus mengembangkan solusi berbasis IoT yang mengakomodir bisnis dari berbagai segmen. Untuk petani, XL Axiata mengembangkan solusi pertanian presisi yang disebut “XL Smart Aquaculture”. Solusi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas budidaya ikan dan udang. Diterapkan oleh beberapa pembudidaya kerapu dan udang di Jawa Timur, solusi ini terbukti mampu meningkatkan tingkat produktivitas rata-rata sebesar 20%.
Penyuluhan terkait Sosial dan Lingkungan
XL Axiata terus berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah berbagai penyuluhan yang dilakukan dengan pengenaan Aplikasi Laut Nusantara. Secara umum, aplikasi Laut Nusantara lengkap dengan alat lokasi penangkapan ikan yang akurat, dan dapat diakses oleh semua nelayan. Aplikasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap arah kebijakan dan program pembangunan kelautan dan perikanan tahun 2020-2024. Tepatnya dalam hal penguatan SDM dan inovasi penelitian kelautan dan perikanan, melalui hilirisasi penelitian berbasis transformasi digital. Selain sosialisasi, tim juga mengedukasi nelayan dengan berbagai program, seperti bagaimana mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak, pentingnya penanaman mangrove untuk mencegah abrasi, dan sosialisasi alat tangkap yang ramah lingkungan.