Lompat ke isi utama
Tahun Rincian
1989

Awal Perjalanan

1996

Memperoleh izin selular system GSM 900 dan resmi beroperasi secara komersial dengan fokus di area Jakarta, Bandung dan Surabaya.

1997

Membangun jaringan microcell terpadu di kawasan Segitiga Emas Jakarta.

1998

Meluncurkan merek proXL untuk produk layanan prabayar.

2000

Mulai memasuki pangsa pasar di Sumatera dan Batam.

2001

Mendapatkan alokasi spectrum DCS 1800 dan menyelesaikan pembangunan jaringan utama serat optik.

Menghadirkan layanan m-banking and m-fun.

2002

Mendapatkan alokasi jaringan ke Kalimantan dan Sulawesi.

Meluncurkan layanan sirkuit sewa dan IP (Internet Protocol).

2004

Melakukan re-branding logo XL Axiata dan mengubah merek ‘proXL’ dengan produk-produk baru, yaitu jempol (prabayar), bebas (prabayar) dan Xplor (pascabayar).

2005

Menjadi anak perusahaan TM Group dan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sebanyak 1.427.500.000 lembar saham serta terdaftar di Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta) dengan kode saham EXCL.

2006

Menghadirkan layanan XL, 3G "Pertama Terluas danTercepat".

2007

Pelopor dalam penerapan tarif Rp1 / detik.

Etisalat, perusahaan telekomunikasi terbesar ke- 2 di Timur Tengah, menjadi pemegang saham XL Axiata.

Memulai konsolidasi brand menjadi "prabayar XL" dan "pascabayar XL".

2008

TM Group mengumumkan penyelesaian proses demerger, menghasilkan dua entitas yang terpisah, yaitu Telekom Malaysia Berhad (“TM”) dan TM International Berhad (sekarang bernama Axiata Group Berhad/”Axiata”), dimana Indocel Holding Sdn. Bhd. secara tidak langsung merupakan anak perusahaan Axiata melalui TM International (L) Limited.

Axiata mengakuisisi seluruh kepemilikan saham XL yang dimiliki oleh Khazanah Nasional Berhad, sehingga kepemilikan Indocel Holding Sdn. Bhd. menjadi 83,8%.

2009

Melakukan Penawaran Umum Terbatas I dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sejumlah 1.418.000.000 saham baru.

2010

Pemegang saham mayoritas XL Axiata yaitu Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. melepaskan sebagian sahamnya (senilai 20% dari jumlah yang diterbitkan) di XL Axiata melalui Private Placement untuk meningkatkan jumlah saham XL Axiata yang dimiliki publik.

2011

XL Axiata melaksanakan transformasi total dalam strategi usaha demi menekuni usaha masa depan di segmen layanan data dan menjamin kelanjutan pertumbuhan jangka panjang.

XL Axiata mengubah fokus pemasaran dengan memperkenalkan moto baru :  XLangkah Lebih Maju, dimana posisi XL Axiata sebagai daya tarik bagi konsumen telekomunikasi menjadi meningkat dan lebih berkualitas pada semua layanan.

2012

Etisalat, salah satu pemegang saham utama di XL Axiata, menginvestasikan 9,1% kepemilikan sahamnya melalui penawaran saham pada investor institusi. Sehingga porsi kepemilikan saham publik meningkat dari 20,2% menjadi 33,5%.

XL Axiata terus berfokus pada bisnis komunikasi data dan investasi pada infrastruktur jaringan secara komprehensif, termasuk menggelar lebih dari 11.000 BTS baru di tahun 2012.

2013

XL Axiata menjadi salah satu dari 2 operator selular yang memenangkan seleksi tender tambahan kanal frekuensi seluler generasi ketiga (3G) pada Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz.

XL Axiata membuktikan secara teknis siap mengadopsi teknologi 4G LTE (long term evolution).

XL Axiata dan Saudi Telecom Company (STC) dan Teleglobal Investment B.V (Teleglobal) menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales and Purchase Agreement-CSPA) untuk mengakuisisi PT AXIS Telekom Indonesia (AXIS).

2014

XL Axiata menyelesaikan pengambilalihan AXIS pada bulan Maret dilanjutkan dengan penyelesaian penggabungan usaha pada bulan April.

XL Axiata menandatangani Perjanjian Pembelian Aset (Asset Purchase Agreement atau “APA”) dengan PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (“STP”), selaku pemenang tender penjualan 3.500 menara yang diselenggarakan XL Axiata, dengan nilai transaksi sebesar Rp5,6 Triliun. XL Axiata dan STP juga menandatangani Perjanjian Induk Sewa Menara dimana XL Axiata telah setuju untuk menyewa kembali Menara yang telah dijual kepada STP untuk jangka waktu 10 tahun.

XL Axiata meluncurkan uji coba real mobile 4G-LTE (Long Term Evolution). Layanan internet kecepatan tinggi XL Axiata hingga 100Mbps ini didukung oleh Huawei dan Ericsson.

XL Axiata melakukan penggantian logo dengan konsep logo peel off yang maknanya mengupas, menunjukkan komitmen XL Axiata untuk menghilangkan hambatan atau membuka akses menuju kesempatan baru untuk mengembangkan potensi yang dimiliki pelanggan secara maksimal.

2015

XL Axiata melakukan transformasi bisnis melalui implementasi strategi 3R “Revamp, Rise-up the value ladder & Reinvent” di awal tahun 2015. Revamp, mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan (dari ‘volume’ ke ‘value’) dan meningkatkan profitabilitas produk. Rise-up the value ladder, meningkatkan nilai merek XL melalui strategi dual-brand dengan AXIS. Reinvent, akan membangun dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis.

Merek produk layanan seluler AXIS kembali hadir dengan wajah baru pasca merger dengan XL Axiata.

XL Axiata meluncurkan jasa LTE pada frekuensi 1.800 MHz bandwidth dan mencapai 35 kota di seluruh Indonesia.

XL Axiata berhasil menyelesaikan penawaran tahap pertama Sukuk Ijarah sebesar Rp1,5 triliun, sebagai bagian dari program Sukuk Ijarah sebesar Rp5 triliun, yang merupakan penawaran korporasi terbesar. Transaksi ini merupakan pencapaian signifikan dari investor, sehingga oversubscribed 1,56 kali dari besarnya penawaran.

2016

Dalam 20 tahun beroperasi, XL Axiata terus berfokus untuk meningkatkan nilai brand XL yang berpijak pada penggunaan infrastruktur data unggul untuk menarik pelanggan Data Savvy smartphone.

XL Axiata terus memastikan kualitas layanan data bagi para pelanggannya melalui pembangunan (roll out) dan peningkatan jaringan.

Pada semester kedua tahun 2016, XL Axiata menggelar layanan U900 di seluruh negara dengan menggunakan frekuensi 900MHz untuk layanan Data 3G sehingga menciptakan cakupan 3G yang lebih luas, lebih baik dengan peningkatan kualitas jaringan khususnya diluar Jawa.

Untuk memperingati Ulang Tahun ke-20, dengan mengingat rendahnya penetrasi Broadband di Indonesia, XL Axiata meluncurkan Mobile Broadband (MBB) dengan pilihan opsi bagi perorangan maupun perumahan dan UKM.

XL Axiata merupakan operator telekomunikasi pertama yang secara komersial meluncurkan 4,5G Ready di spektrum 1.800 MHZ.

XL Axiata meluncurkan “XL Prioritas” bagi pelanggan pasca bayar. Dengan 3 keuntungan utama yaitu :  Prioritised, Control, dan Worry-Free. Ketiga keuntungan ini merupakan hal baru dalam berkomunikasi yang dikemas dalam bentuk kualitas layanan dan jaringan yang lebih baik.

Implementasi strategi Dual Brand: XL dan AXIS.

Tahap akhir Transformasi Logo Brand XL untuk produk layanan.

2017

XL Axiata menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat ("CSPA") untuk melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT XL Planet ("elevenia") termasuk juga seluruh saham dari SK Planet Global Holdings Pte. Ltd. (SK Planet), kepada PT Jaya Kencana Mulia Lestari dan Superb Premium Pte. Ltd. Pilihan strategis untuk melepas kepemilikan elevenia adalah agar XL Axiata semakin fokus kepada kekuatan utama dan mengembangkan bisnis layanan data untuk menjadi pemimpin pasar dari penyedia layanan mobile data di Indonesia.

XL Axiata bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia serta Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mendukung penuh realisasi program “Nelayan Go Online” dengan aplikasi berupa “Nelayan Pintar (NELPIN)” kepada para nelayan di berbagai daerah. Implementasi yang sudah terlaksana antara lain di Makasssar, Medan, Banda Aceh, Lampung, Banyuwang, dan Sabang.

XL Axiata meluncurkan “Gerakan Donasi Kuota” (GDK) guna menggalang partisipasi pelanggan dan masyarakat untuk mendonasikan kuota miliknya, yang selanjutnya disalurkan bagi peningkatan kualitas pendidikan sekolah-sekolah di berbagai pelosok Indonesia.

XL Axiata menandai peringatan hari jadi ke-21 dengan membangun infrastuktur jaringan melalui program Kewajiban Pelayanan Universal/Universal Service Obligation (USO). Proses pembangunan jaringan telekomunikasi tersebut dilakukan secara bersamaan di 4 provinsi, mencakup 40 titik lokasi Base Transceiver Station (BTS) yang hampir semuanya berlokasi di daerah terpencil.

XL Axiata terlibat penuh dalam pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Australia-Indonesia-Singapore yang menghubungkan Australia dengan Singapura dan melalui perairan Indonesia. SKKL ini akan menyediakan alternatif akses internet dari Indonesia ke jaringan global melalui Australia.

2018

XL Axiata terlibat penuh dalam pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Australia-Indonesia-Singapore yang menghubungkan Australia dengan Singapura dan melalui perairan Indonesia. Proses pembangunan jaringan ini mulai mengoperasikan jaringan telekomunikasi USO (universal service obligation) yang tersebar di 40 lokasi di 4  provinsi. Pembangunan ini masih berjalan dan siap untuk beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2018.

XL Axiata meluncuran produk baru yaitu layanan broadband internet super cepat dengan nama “XL Home POW!”. Layanan baru ini mampu menyediakan kecepatan akses hingga 300 Mbps.

XL Axiata meresmikan pusat monitoring kualitas layanan terpadu baru bernama “Customer Experience & Service Operation Center” (CE & SOC), di Jakarta. Pusat monitoring baru ini akan memudahkan XL Axiata dalam memantau dinamika layanan terkait semakin berkembangnya layanan data/Internet, termasuk perilaku penggunaan layanan oleh pelanggan pada suatu layanan.

XL Axiata bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta menggelar uji coba layanan berbasis 5G dan WiGig di Kota Tua, Jakarta Barat.

Aplikasi Laut Nusantara, hasil kolaborasi antara Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan XL Axiata telah berhasil melahirkan suatu aplikasi digital “Laut Nusantara” yang akan bisa membantu meningkatkan produktivitas dan keamanan kerja masyarakat nelayan Indonesia.

XL Axiata meresmikan laboratorium IoT (IoT Lab) bernama X-CAMP di Jakarta. X-Camp merupakan IoT Innovation Lab terlengkap yang dimiliki oleh operator telekomunikasi di Indonesia dan merupakan satu-satunya Lab IoT yang tergabung di GSMA Lab Alliance di Kawasan Asia.